
Judul : Kamu Sekuat Aku
Pengarang : Ashni Sastrosubroto
Saya baru saja membeli buku ini, padahal saya sudah melihat buku ini di tumpukan buku laris di Gramedia sekitar dari 2 minggu yang lalu. Tapi, karena saat itu saya sedang melirik novel lain, jadilah buku ini tidak saya lirik sama sekali. Hanya sekali membaca sinopsis dan review-nya, tapi tak sempat membacanya dengan lengkap.
Ini bermula ketika kemarin, novel Percy Jackson seri keempat saya tau-tau menghilang entah kemana. Saya tinggal selama sekitar 3 jam karena ada janji dengan teman, dan buku itu menghilang begitu saja. Padahal, sedang seru-serunya. Jadilah saya galau semalaman.
Lalu tadi, saya pergi sebentar ke Pondok Indah Mall untuk makan siang bersama keluarga. Ritual seperti biasa, mampir ke Gramedia sebentar. Mbak-mbak kasir memakai kaos 'Kamu Sekuat Aku', membuat saya sempat melirik bukunya yang dipajang di meja kasir saat saya ingin membeli post-it. Jadilah saya membeli buku itu dan menghabiskan jatah uang jajan bulan lalu. Karena saya belum menerima uang jajan bulan ini, jadilah saya kekurangan uang untuk satu minggu kedepan.
Anyway, begitu pulang, saya langsung membuka novel itu. Siapa sangka, kira-kira 3 jam, novel itu selesai di tangan saya. Kesan saya?
Satu kata. Inspiring.
Beneran, deh. Saya geleng-geleng kepala membacanya. Disaat sang tokoh, Ashya, sudah benar-benar tak kuat menghadapi kesulitannya dan justru semakin menjauh dari-Nya dan ia sudah mulai melantur, ingin mati, dan sebagainya, Tuhan justru datang menolongnya.
Novel ini inspiring banget menurut saya. Ngingetin banget, bahwa Dia nggak pernah ninggalin kita apapun kesulitan kita. Ia nggak akan pernah bosan untuk meninggalkan kita, untuk membantu kita melewati berbagai cobaan itu.
Quote yang saya suka banget adalah : Life is more than receiving. Benar banget, kalau kita bisa hidup untuk memberi, kenapa enggak? O:)
Pengarang : Ashni Sastrosubroto
Saya baru saja membeli buku ini, padahal saya sudah melihat buku ini di tumpukan buku laris di Gramedia sekitar dari 2 minggu yang lalu. Tapi, karena saat itu saya sedang melirik novel lain, jadilah buku ini tidak saya lirik sama sekali. Hanya sekali membaca sinopsis dan review-nya, tapi tak sempat membacanya dengan lengkap.
Ini bermula ketika kemarin, novel Percy Jackson seri keempat saya tau-tau menghilang entah kemana. Saya tinggal selama sekitar 3 jam karena ada janji dengan teman, dan buku itu menghilang begitu saja. Padahal, sedang seru-serunya. Jadilah saya galau semalaman.
Lalu tadi, saya pergi sebentar ke Pondok Indah Mall untuk makan siang bersama keluarga. Ritual seperti biasa, mampir ke Gramedia sebentar. Mbak-mbak kasir memakai kaos 'Kamu Sekuat Aku', membuat saya sempat melirik bukunya yang dipajang di meja kasir saat saya ingin membeli post-it. Jadilah saya membeli buku itu dan menghabiskan jatah uang jajan bulan lalu. Karena saya belum menerima uang jajan bulan ini, jadilah saya kekurangan uang untuk satu minggu kedepan.
Anyway, begitu pulang, saya langsung membuka novel itu. Siapa sangka, kira-kira 3 jam, novel itu selesai di tangan saya. Kesan saya?
Satu kata. Inspiring.
Beneran, deh. Saya geleng-geleng kepala membacanya. Disaat sang tokoh, Ashya, sudah benar-benar tak kuat menghadapi kesulitannya dan justru semakin menjauh dari-Nya dan ia sudah mulai melantur, ingin mati, dan sebagainya, Tuhan justru datang menolongnya.
Novel ini inspiring banget menurut saya. Ngingetin banget, bahwa Dia nggak pernah ninggalin kita apapun kesulitan kita. Ia nggak akan pernah bosan untuk meninggalkan kita, untuk membantu kita melewati berbagai cobaan itu.
Quote yang saya suka banget adalah : Life is more than receiving. Benar banget, kalau kita bisa hidup untuk memberi, kenapa enggak? O:)
No comments:
Post a Comment
so, what do you think about this post? Don't be shy, just let out what you think. So, what are you waiting? Just write your comment here. Any comment will make happy, really. Thankkkssss